Di usia remaja, sebagian besar anak seusia Ridho menghabiskan waktu untuk belajar, bermain bersama teman, atau menikmati masa sekolah. Namun berbeda dengan Ridho, siswa SMP ini harus menjalani hari-harinya sambil memikul tanggung jawab besar untuk merawat sang adik tercinta.
Setiap hari, Ridho berjualan kopi keliling sambil menggendong adiknya, Salsa, yang merupakan penyandang cerebral palsy.

Adik Ridho Mengalami Cerebral Palsy Sejak Lahir
Salsa kini berusia 6 tahun. Namun sejak lahir, ia mengalami cerebral palsy, hernia, scoliosis, tumor dan epilepsi yang membuat tumbuh kembangnya terhambat.
Tubuh kecil Salsa tampak kaku. Ia belum bisa berjalan, berbicara, maupun melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Untuk membantu menjaga kondisinya, Salsa juga harus rutin mengonsumsi obat dengan biaya mencapai ratusan ribu rupiah.
Bagi keluarga sederhana seperti mereka, kebutuhan pengobatan tersebut tentu bukan hal yang mudah dipenuhi.

Ridho Mengorbankan Waktu Bermain demi Merawat Adiknya
Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit, kedua orang tua Ridho harus sering pergi ke luar kota untuk bekerja serabutan demi mencari nafkah dan biaya pengobatan Salsa.
Karena itulah, Ridho kini mengambil peran besar di rumah.
Sepulang sekolah, Ridho merawat Salsa seorang diri. Bahkan saat berjualan kopi keliling, ia tak tega meninggalkan adiknya di rumah. Dengan penuh kasih sayang, Ridho memilih membawa dan menggendong Salsa ke mana pun ia pergi.
Pemandangan Ridho berjalan sambil membawa dagangan dan menggendong adiknya menjadi bukti besarnya cinta seorang kakak.

Hasil Jualan Kopi untuk Sekolah dan Obat Salsa
Meski masih duduk di bangku SMP, Ridho sudah memahami kerasnya kehidupan.
Uang hasil berjualan kopi tidak ia gunakan untuk dirinya sendiri. Sedikit demi sedikit, Ridho menyisihkan penghasilannya untuk kebutuhan sekolah dan membeli obat bagi Salsa.
Di balik langkah kecilnya berjualan dari satu tempat ke tempat lain, ada harapan besar agar sang adik tetap bisa bertahan dan mendapatkan pengobatan yang dibutuhkan.

Perjuangan Anak Indonesia di Tengah Keterbatasan
Kisah Ridho menjadi gambaran nyata bahwa masih banyak anak Indonesia yang harus tumbuh lebih cepat karena keadaan.
Di saat anak lain sibuk menikmati masa kecilnya, Ridho memilih berjuang demi keluarga. Ia belajar menjadi kuat, bertanggung jawab, dan penuh kasih sayang di usia yang masih sangat muda.

Semoga semakin banyak orang yang peduli terhadap anak-anak dan keluarga prasejahtera yang sedang berjuang menghadapi kondisi sulit, termasuk anak penyandang cerebral palsy yang membutuhkan perhatian dan pengobatan rutin.
Karena sekecil apapun bantuan yang diberikan, bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang sedang bertahan hidup setiap hari.