Homepage

Peresmian Panel Surya: PT SMI dan Rumah Asuh Tingkatkan Layanan Puskesmas Komodo

Ditulis oleh

Manggarai Barat, 25 September 2025 – Akses terhadap layanan kesehatan yang optimal kini menjadi kenyataan bagi masyarakat di Pulau Komodo. PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Asuh Indonesia meresmikan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Puskesmas Komodo, Desa Komodo, Manggarai Barat, NTT.

Solusi Permanen untuk Keterbatasan Listrik

Pemberian Panel Surya ini merupakan respons langsung terhadap masalah krusial yang selama ini menghambat pelayanan di Puskesmas Komodo. Sebagai satu-satunya fasilitas kesehatan di Pulau Komodo, Puskesmas ini sering mengalami pemadaman listrik. Keterbatasan listrik ini berdampak serius, di mana proses persalinan terpaksa harus menggunakan senter, dan penanganan bayi, seperti inkubasi, tidak dapat dilakukan.

Dengan terpasangnya PLTS ini, pelayanan penting dan kritis di Puskesmas Komodo kini dapat berjalan tanpa gangguan. Persalinan dapat ditangani dengan penerangan yang memadai, dan bayi dapat menerima penanganan yang lebih baik, termasuk inkubasi.

Komitmen Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Serah terima bantuan dilaksanakan secara simbolis oleh Bapak Muhamad Sapuri dari PT SMI kepada Bapak Asep Nugraha dari Rumah Asuh Indonesia, yang kemudian diserahkan kepada Kepala Puskesmas Komodo, Bapak Makmun. Peresmian ini turut disaksikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Bapak Tarsisius Cai, dan berbagai tokoh penting lainnya.

Kolaborasi antara PT SMI dan Rumah Asuh ini menunjukkan komitmen nyata untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat terpencil. Proyek Panel Surya Puskesmas Komodo ini juga sejalan dengan berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam hal Akses Energi Bersih (SDG 7), Kesehatan dan Kesejahteraan (SDG 3), serta Mengurangi Kesenjangan (SDG 10).

Inisiatif ini membuktikan bahwa sinergi antar lembaga mampu mengatasi tantangan infrastruktur vital dan mendukung pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Bagikan

Cerita Lainnya

Perjuangan Zulfa, Siswa SMP yang Sekolah Sambil Merawat Adik

Juli 2026 – Di usia 13 tahun, mayoritas anak-anak menghabiskan waktunya untuk

Ketika Buku Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan

Di era digital saat ini, akses informasi terasa begitu mudah bagi masyarakat

Perjuangan Anak Yatim untuk Tetap Sekolah di Tengah Keterbatasan

Pendidikan Masih Menjadi Perjuangan bagi Banyak Anak Yatim di Indonesia Bagi sebagian

Potret Pendidikan di Pelosok Indonesia

Pendidikan Masih Menjadi Tantangan di Berbagai Daerah Indonesia Pendidikan merupakan hak setiap

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia