Homepage

Ibu Cerdas Digital: Kunci Konsistensi Membatasi Gadget dengan Hypnoparenting

Ditulis oleh

Dalam webinar “Ibu Cerdas Digital: Mengasuh Anak Tanpa Takut Teknologi,” salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan adalah bagaimana orang tua dapat konsisten dalam membatasi penggunaan gadget, terutama ketika anak-anak bermain bersama teman atau sepupu. Menjawab tantangan ini, pemateri kami, Hani Hasya Rizqiani, S.Psi., M.Pd., menyarankan sebuah pendekatan yang efektif: Hypnoparenting.

Apa Itu Hypnoparenting?

Hypnoparenting adalah teknik pengasuhan yang menggunakan prinsip-prinsip hipnoterapi untuk menanamkan sugesti positif ke alam bawah sadar anak. Teknik ini dilakukan saat anak berada dalam kondisi relaks atau setengah sadar, seperti saat akan tidur atau baru bangun. Pada momen tersebut, pikiran anak lebih terbuka untuk menerima afirmasi positif yang diberikan oleh orang tua. Tujuannya adalah membangun kebiasaan dan karakter baik dari dalam diri anak, tanpa paksaan.

Menerapkan Hypnoparenting untuk Mengurangi Ketergantungan Gawai

Pemateri menjelaskan bahwa larangan saja tidak cukup. Anak, terutama yang tumbuh di era digital, butuh pemahaman dan motivasi. Dengan hypnoparenting, orang tua bisa menanamkan pemahaman itu secara lembut. Contohnya, saat anak akan tidur, orang tua bisa berbisik lembut, “Terima kasih hari ini kamu sudah bisa lepas dari HP, Ibu bangga.” Kalimat ini tidak hanya menghargai usaha anak tetapi juga menanamkan keyakinan bahwa ia mampu melakukannya.

Selain itu, keberhasilan membatasi gadget juga bergantung pada seberapa kreatif orang tua dalam memberikan alternatif. Ajak anak melakukan berbagai aktivitas fisik dan hal baru yang menarik. Ajak mereka ke perpustakaan, ajak memasak bersama, atau berolahraga di luar. Dengan begitu, anak akan menyadari bahwa kesenangan tidak hanya ada di layar gawai, tetapi juga di dunia nyata.

Pendekatan ini jauh lebih efektif daripada sekadar melarang. Dengan menggabungkan hypnoparenting dan aktivitas positif, orang tua dapat membimbing anak untuk menjadi pribadi yang seimbang dan berkarakter, cerdas di dunia digital tanpa kehilangan kecerdasan di dunia nyata.

Bagikan

Cerita Lainnya

Hari Kanker Anak Sedunia: Ketika “Memar Biasa” Berubah Jadi Kanker

13 Februari 2026 – Dua hari lagi, tepatnya pada tanggal 15 Februari,

Jejak Kebaikan 2025: Jutaan Harapan Baru Terukir Berkat Kakak Baik

Waktu bergulir begitu cepat, namun jejak kebaikan yang kita tinggalkan di tahun

Hari Gizi Nasional Sudah Berlalu, Tugas Kita Belum Selesai

Peringatan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari lalu mungkin sudah terlewati. Namun,

Mengenal Vaskulitis dan Sepsis: Penyakit Langka yang Merenggut Keceriaan Anak

Di dunia medis, terdapat berbagai penyakit langka yang mungkin terdengar asing di

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia