Homepage

Cerita Perjalanan Kiya Bebas dari Tumor Pembuluh Darah

Ditulis oleh
Kiya Tumor
Bagikan

Kisah perjuangan ini datang dari seorang anak balita, ia adalah Kiya. Saat itu Kiya berusia 17 bulan, tiba-tiba sebuah benjolan muncul di bibir Kiya dan membesar dengan sangat cepat.

Setelah mengumpulkan uang untuk periksa ke fasilitas kesehatan terdekat, dokter mengatakan bahwa Kiya mengidap tumor pebuluh darah.

Sayangnya, kedua orang tua Kiya belum miliki cukup uang untuk melakukan tindakan saat itu juga bagi buah hatinya.  “Kami dirujuk ke RSCM di Jakarta, kami gak mampu kalau harus ngeluarin ongkos bulak balik dari Banten,apalagi kalau harus tinggal sementara waktu di Jakarta,” cerita Bu Wulan, ibunda Kiya.

Padahal, kondisi Kiya sudah semakin genting. Makanan dan minuman tak bisa masuk sama sekali karena Kiya merasa kesakitan. Bahkan, seringkali bibirnya alami pendarahan hingga Kiya tak sadarkan diri.

Sembari mencari bantuan, ayah dan ibu Kiya tak pernah melewatkan doa untuk Kiya di setiap sujudnya. Pada Juni 2022, Kakak Baik hadir menjadi jawaban atas doa-doa yang selama ini orangtua Kiya panjatkan. Menjadi lentera dan penolong bagi Kiya yang dilanda rasa sakit.

Kebaikan pertama dari Kakak Baik, berlabuh pada Juni 2022 lalu. Kebaikan tersebut disalurkan untuk membantu Kiya untuk menjalani pengobatan berupa injeksi korikosteroid.

Sejak saat itu, kebaikan dari Kakak Baik terus mengalir. Membawa banyak sekali rasa syukur bagi Kiya dan orangtuanya yang tengah berjuang. Rangkaian pengobatan mulai dari fisioterapi, kontrol rutin di laboratorium, hingga operasi pun dijalani.

Hingga pada Januari 2023, kondisi Kiya semakin membaik. Benjolan tumor yang selama ini menghantui Kiya sudah hilang. Namun begitu, Kiya masih tetap harus menjalani pengobatan rutin agar ancaman tumor pembuluh darah tidak kembali.

Kini, Kiya bisa mulai makan seperti sediakala. Berat badannya pun semakin bertambah dan terlihat bugar karena bisa mendapatkan cukup nutrisi hasil dari pemberian Kakak Baik selama ini.

Terima kasih Kakak Baik karena telah menemani perjuangan Kiya untuk sembuh dari tumor pembuluh darah. Kebaikan kakak telah menjadi pertolongan bagi Kiya untuk memiliki hidup normal sebagaimana anak lainnya.

Semoga kebaikan ini menjadi awal dari terciptanya banyak kebaikan. Jangan pernah berhenti berbuat baik ya, kak!

Bagikan

Cerita Lainnya

Meningkatkan Literasi Anak Indonesia Hingga Pelosok Negeri

Tingkat literasi membaca anak-anak di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan hasil

Berbagi Kebahagiaan Hingga Pelosok Negeri di Bulan Ramadhan

Ramadhan, Momen Terbaik untuk Berbagi Ramadhan selalu menjadi waktu yang istimewa. Bukan

Upaya Membuka Akses Kesehatan yang Setara di Pedalaman

Di banyak desa pedalaman Indonesia, pergi ke fasilitas kesehatan bukanlah hal yang

Perempuan Tidak Menunggu Dunia Berubah, Mereka Menguatkannya

8 Maret 2026 – Dunia baru saja merayakan Hari Perempuan Internasional. Namun,

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia