Homepage

Akses Darat Tidak Layak Menuju SDN 15 Lemoyu

Ditulis oleh

Sebelum hadirnya program Perahu Sekolah, akses darat menuju SDN 15 Lemoyu di Sintang, Kalimantan Barat, merupakan tantangan berat bagi para siswa dan guru. Dedikasi seorang guru menjadi tumpuan harapan agar anak-anak di wilayah tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Setiap harinya, tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai, mereka harus menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih 1,5 jam. Kondisi jalanan yang didominasi tanah dan struktur yang terjal menjadi rintangan fisik yang signifikan, mengingat keterbatasan biaya untuk menyewa perahu sebagai alternatif transportasi.

Tantangan ini semakin berat ketika cuaca kurang bersahabat. Jalanan yang berlumpur setelah hujan meningkatkan risiko dan memperpanjang waktu tempuh, menguji kesabaran dan semangat para pelajar serta pengajar dalam meraih dan memberikan ilmu pengetahuan. Kisah ini menggambarkan betapa pentingnya inisiatif dan dukungan untuk mengatasi kendala geografis demi terwujudnya akses pendidikan yang lebih baik.

Bagikan

Cerita Lainnya

Bantuan Operasional untuk Korban Gempa NTT: Menyalurkan Harapan di Tengah Pemulihan

Oktober 2026 – Masa pemulihan pascabencana selalu menjadi fase yang krusial, terutama

Di Balik Senyum Ibu: Ketangguhan Perempuan Pejuang Keluarga di Pelosok Negeri

Oktober 2026 – Di balik setiap keluarga yang tetap mampu bertahan melewati

Membuka Jalan Sekolah yang Aman bagi Anak-Anak Pedalaman

September 2026 – Bagi kebanyakan anak, perjalanan ke sekolah mungkin hanya membutuhkan

Satu Buku, Satu Kesempatan: Membawa Jendela Dunia ke Pedalaman

September 2026 – Membaca adalah fondasi paling awal dari seluruh proses belajar.

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia