Homepage

3 Tahun Perahu Sekolah: Mengantar Asa Untuk Kemudahan Akses Pendidikan Di Pedalaman Indonesia

Ditulis oleh

Pendidikan di Indonesia merupakan salah satu masalah yang cukup komplek, terutama pada kurangnya pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Beberapa aspek utama yang menjadi penyebab dari pendidikan yang tidak merata diantaranya adalah perbedaan fasilitas dan infrastruktur, distribusi guru yang tidak merata, perbedaan kualitas ekonomi, hingga sulitnya akses.

Begitu banyak perjuangan dan pengorbanan yang harus dilakukan. Hal itu juga yang menjadi penggerak untuk Rumah Asuh untuk menjadi bagian dari kemudahan akses pendidikan di pedalaman Indonesia. 3 tahun lalu, Rumah Asuh menginisiasi program perahu sekolah untuk Pulau Manda dan Pulau Kundur, Kepulauan Riau. Dua pulau tersebut berada tepat diantara Sumatera dan Singapura. Dua pulau ini menuai banyak cerita bagi para guru dan muridnya. 

“Di Manda, gak ada sekolah SMP, Kak. Jadi kita harus sekolah nyebrang pulau setiap hari seperti ini. Di Manda juga gak banyak guru, jadi nanti di sana pasti ada guru-guru yang menunggu untuk nyebrang balik mengajar ke Pulau Manda, Setiap hari kami nyebrang pulau dari rumah kami di Pulau Manda untuk sekolah di Pulau Kundur, Kak. Lumayan, jaraknya bisa sampai 5 km” tutur salah satu siswa.

   

Bulan September 2021, perahu sekolah pertama berlayar di Pulau Manda dan Pulau Kundur. Para murid dan guru disana sangat senang akhirnya bisa menyebrang ke sekolah tanpa harus menyewa perahu nelayan lagi tanpa kepanasan karena  Selain itu, mereka juga tidak harus mendayung sampan secara bergantian. Lalu, perahu sekolah diperbaiki hingga di cat ulang pada tahun 2023 supaya lebih kokoh serta tampilannya terlihat seperti baru.

Program perahu sekolah dari Rumah Asuh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan memberikan dampak besar dalam perjalanan belajar mengajar. Dengan hadirnya perahu sekolah, semoga angka putus sekolah bisa terus berkurang dan semakin banyak generasi penerus bangsa yang dapat membuat pendidikan di Indonesia semakin merata.

Bagikan

Cerita Lainnya

Jejak Kebaikan 2025: Jutaan Harapan Baru Terukir Berkat Kakak Baik

Waktu bergulir begitu cepat, namun jejak kebaikan yang kita tinggalkan di tahun

Hari Gizi Nasional Sudah Berlalu, Tugas Kita Belum Selesai

Peringatan Hari Gizi Nasional pada 25 Januari lalu mungkin sudah terlewati. Namun,

Mengenal Vaskulitis dan Sepsis: Penyakit Langka yang Merenggut Keceriaan Anak

Di dunia medis, terdapat berbagai penyakit langka yang mungkin terdengar asing di

Sumatera Masih Berduka: Menguatkan Harapan di Tengah Krisis Akhir Tahun

Diawal pergantian tahun baru ini, duka mendalam masih menyelimuti Pulau Sumatera. Ketika

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia