Homepage

Upaya Membuka Akses Kesehatan yang Setara di Pedalaman

Ditulis oleh

Di banyak desa pedalaman Indonesia, pergi ke fasilitas kesehatan bukanlah hal yang mudah terutama bagi para lansia. Jarak yang jauh, keterbatasan transportasi, hingga biaya perjalanan sering kali membuat mereka menunda berobat.


Melihat kondisi tersebut,
Rumah Asuh Indonesia bersama BAZNAS Jawa Barat secara rutin menghadirkan Layanan Kesehatan Keliling (Yankesling) yang menjangkau desa-desa pedalaman. Program ini memberikan pemeriksaan kesehatan langsung bagi lansia yang kesulitan mengakses rumah sakit atau klinik.

Melalui program ini, layanan kesehatan tidak lagi menjadi sesuatu yang jauh, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat.

 

Tantangan Akses Kesehatan di Desa Pedalaman

Akses kesehatan yang merata masih menjadi tantangan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil.

Beberapa kendala yang sering dihadapi masyarakat pedalaman antara lain:

  1. Jarak fasilitas kesehatan yang jauh
    Banyak desa berada cukup jauh dari rumah sakit atau puskesmas. Lansia harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana.
  2. Keterbatasan transportasi
    Tidak semua desa memiliki akses transportasi yang mudah. Bahkan ada wilayah yang harus ditempuh dengan berjalan kaki atau kendaraan terbatas. 
  3. Kondisi ekonomi masyarakat
    Selain biaya berobat, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya transportasi untuk pergi ke fasilitas kesehatan. Hal ini membuat sebagian warga memilih menahan sakit atau membeli obat seadanya di warung.

Akibatnya, masalah kesehatan yang seharusnya bisa ditangani sejak dini justru sering terlambat mendapatkan penanganan.

 

Layanan Kesehatan Keliling untuk Lansia di Desa Pedalaman Jawa Barat

Melalui program Layanan Kesehatan Keliling (Yankesling), tim Rumah Asuh Indonesia bersama BAZNAS Jawa Barat hadir langsung ke desa-desa pedalaman di Jawa Barat.

Setiap bulan, program ini menjangkau satu wilayah dengan lebih dari 75 penerima manfaat, mayoritas adalah lansia yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan rutin.

Dalam kegiatan ini, para lansia mendapatkan berbagai layanan kesehatan seperti:

  • Pemeriksaan kesehatan langsung oleh dokter
  • Konsultasi medis
  • Pemberian obat-obatan secara gratis
  • Pembagian makanan sehat untuk menunjang kondisi tubuh lansia

Dengan adanya layanan ini, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar.

Dampak Nyata bagi Para Lansia

Bagi para lansia di desa pedalaman, kehadiran layanan kesehatan keliling menjadi harapan yang sangat berarti.

 

Banyak dari mereka, Salah satunya Mbah Mid ini, mengaku bersyukur karena kini bisa memeriksakan kondisi kesehatannya dengan lebih mudah. Sebelumnya, mereka sering menahan sakit atau hanya membeli obat di warung karena jarak ke rumah sakit terlalu jauh.

Melalui program ini, para lansia tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga perhatian dan pendampingan kesehatan yang mereka butuhkan.

 

Membuka Akses Kesehatan yang Lebih Merata

Program Layanan Kesehatan Keliling merupakan salah satu langkah nyata untuk mengurangi kesenjangan akses kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

Dengan menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa-desa pedalaman, masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas medis kini bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang layak.

 

Rumah Asuh Indonesia percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, termasuk para lansia yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.

Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, program seperti ini diharapkan dapat terus menjangkau lebih banyak desa dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bagikan

Cerita Lainnya

Upaya Membuka Akses Kesehatan yang Setara di Pedalaman

Di banyak desa pedalaman Indonesia, pergi ke fasilitas kesehatan bukanlah hal yang

Perempuan Tidak Menunggu Dunia Berubah, Mereka Menguatkannya

8 Maret 2026 – Dunia baru saja merayakan Hari Perempuan Internasional. Namun,

Perahu Sekolah: Jembatan Mimpi Anak Pedalaman Indonesia

Pendidikan adalah hak dasar, namun bagi ribuan anak di wilayah pesisir dan

Hari Kanker Anak Sedunia: Ketika “Memar Biasa” Berubah Jadi Kanker

13 Februari 2026 – Dua hari lagi, tepatnya pada tanggal 15 Februari,

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia