Tingkat literasi membaca anak-anak di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, sebanyak 75% siswa usia 15 tahun berada di bawah standar kompetensi minimum. Indonesia pun menempati peringkat 63 dari 81 negara dalam kemampuan membaca.
Angka ini bukan sekadar data. Di baliknya, ada jutaan anak yang belum memiliki akses cukup terhadap buku dan ruang belajar yang layak.
Akses Buku Masih Jadi Hambatan di Pelosok
Di berbagai daerah pelosok Indonesia, keterbatasan akses terhadap bahan bacaan masih menjadi realitas sehari-hari. Banyak sekolah yang belum memiliki perpustakaan memadai, bahkan sebagian siswa masih harus belajar dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Padahal, kebiasaan membaca tidak hanya dibentuk dari kewajiban belajar di kelas, tetapi juga dari lingkungan yang mendukung—ruang yang nyaman, buku yang menarik, dan kesempatan untuk mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri.

Komitmen Rumah Asuh Membangun Taman Baca
Berangkat dari kondisi tersebut, Rumah Asuh berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi nyata melalui program pembangunan taman baca dan penyaluran buku layak pakai ke berbagai wilayah di Indonesia.
Taman baca dirancang sebagai ruang terbuka yang nyaman dan inspiratif. Dengan koleksi buku yang beragam serta penataan yang menarik, anak-anak diharapkan tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga menikmati proses membaca itu sendiri.

Sepanjang tahun 2024, program taman baca telah diwujudkan di beberapa titik, di antaranya:
- SDN 1 Long Keluh, Berau
- SMPN 6 Balikpapan, Balikpapan Utara
- SDN 014 Balikpapan Timur
Kehadiran taman baca ini menjadi langkah kecil yang diharapkan mampu menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya literasi sejak dini.

Penyaluran Buku Layak Pakai untuk Mendukung Pembelajaran
Selain membangun taman baca, Rumah Asuh juga aktif menyalurkan buku berkualitas dan layak pakai yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Program ini telah menjangkau berbagai lokasi, seperti:
- SDN 1 Long Keluh
- MI Raudhatul Ulum
- SMPN 5 Kelay, Berau, Kalimantan Timur
- MTs Raudhatul Ulum, Balikpapan
Melalui penyaluran ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan melalui buku.

Harapan untuk Masa Depan Literasi Indonesia
Upaya meningkatkan literasi bukanlah pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, setiap langkah kecil tetap berarti.
Kami percaya, ketika anak-anak memiliki akses terhadap buku dan ruang membaca yang nyaman, mereka tidak hanya belajar membaca—tetapi juga belajar bermimpi, berpikir kritis, dan memahami dunia dengan lebih luas.
Semoga inisiatif ini dapat terus menjangkau lebih banyak wilayah, menghadirkan lebih banyak senyum, dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi penerus bangsa.