Homepage

Akses Darat Tidak Layak Menuju SDN 15 Lemoyu

Ditulis oleh

Sebelum hadirnya program Perahu Sekolah, akses darat menuju SDN 15 Lemoyu di Sintang, Kalimantan Barat, merupakan tantangan berat bagi para siswa dan guru. Dedikasi seorang guru menjadi tumpuan harapan agar anak-anak di wilayah tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Setiap harinya, tanpa dukungan infrastruktur jalan yang memadai, mereka harus menempuh perjalanan kaki selama kurang lebih 1,5 jam. Kondisi jalanan yang didominasi tanah dan struktur yang terjal menjadi rintangan fisik yang signifikan, mengingat keterbatasan biaya untuk menyewa perahu sebagai alternatif transportasi.

Tantangan ini semakin berat ketika cuaca kurang bersahabat. Jalanan yang berlumpur setelah hujan meningkatkan risiko dan memperpanjang waktu tempuh, menguji kesabaran dan semangat para pelajar serta pengajar dalam meraih dan memberikan ilmu pengetahuan. Kisah ini menggambarkan betapa pentingnya inisiatif dan dukungan untuk mengatasi kendala geografis demi terwujudnya akses pendidikan yang lebih baik.

Bagikan

Cerita Lainnya

Kolaborasi KSEI & Rumah Asuh: Berdayakan Petani Gunungkidul dengan Teknologi Tepat Guna

Gunungkidul, 6 Desember 2025 – Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi bagi

Darurat Iklim: Banjir Sumatera Telan Ratusan Korban Jiwa

Desember 2025 – Indonesia tengah menghadapi tekanan serius akibat krisis iklim yang

Cek Kesehatan Gratis di Cimahi & Kabupaten Bandung Barat: Sinergi Rumah Asuh dan BAZNAS Jabar

Bandung, November 2025 – Akses terhadap layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau

Inspirasi Hari Guru Nasional: Semangat Ramdhani, Mengajar dengan Keterbatasan Fisik

25 November 2025 – Hari Guru Nasional bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan

Mari hadirkan kebahagiaan bagi anak-anak Indonesia dengan menciptakan kebaikan untuk mereka
Ajukan program kebaikan bagi anak Indonesia